well last time we have talk a lot about noun. well today we will still talk about Noun, But Noun in unique form. do you know that Verb also could change to be a noun? how? i'll tell u about it.
A. Gerund & To Infinitive
1. Gerund (Verb + -Ing)
salah satu fungsi gerund adalah mengubah kata kerja (verb) menjadi kata benda (noun). Gerund digunakan setelah preposisi. V-ing disebut sebagai gerund apabila tidak didahului oleh helping verb (to be).
Contoh:
1. Watching is fun.
2. I am interested in cooking.
3. I am good at running. Etc
4. The most widely used material for packaging consumer goods is cardboard
2. Infinitive (To + Verb)
To infinitive terdiri dari kata to dan bentuk dasar dari verb: to go, to be, to give, to build, etc. To infinitive juga sering digunakan untuk menunjukkan tujuan (mengapa suatu aksi terjadi. E.g: He took lesson to learn how to dance. Why did he take lesson? To learn how to dance). To infinitive juga bisa digunakan setelah Nouns, biasanya digunakan setelah noun phrase yang memuat kata-kata: first, last, only, etc.
contoh:
a. To Invinitive sebagai subject>> to help others is rewarding.
b. To Invinitive sebagai object dari sebuah verb >> he attempted to swim across the river.
c. To Invinitive setelah Adjective >> It's important to change the oil in your car frequently.
d. To infinitive juga biasa muncul setelah nouns tertentu, seperti first, last, only, and other ranking words. e.g >> the first person to walk on the moon was Neil Amstrong.
e. to have her own wings is her dream.
f. Sports parachutes are relatively easy to control.
Remember!
Setelah Preposisi hanya bisa menggunakan Gerund, no to infinitive.
Cara mudah mengenali Noun dapat dilihat pada akhiran kata:
Benda
-ism --------> Socialism
-ness --------> happiness
-er --------> explorer
-ment --------> Experiment
-age --------> marriage
-or --------> sailor
-ence --------> independence
-tion --------> information
-ist --------> archaeologist
-ty --------> beauty
-ship --------> scholarship
-ian --------> magician
-hood --------> childhood
cracy --------> democracy
-ee --------> employee
-dom --------> wisdom
-logy --------> biology
-ent --------> student
NB: Tidak semua kata benda memiliki akhiran seperti diatas.
dari tadi saya menyebut2 mengenai helping verb dan preposisi, apabila anda kurang mengerti, berikut ini penjelasannya.
A. Preposisi
Prepositions are words or phrases that clarify relationships. Prepositions are usually followed by nouns and pronouns. Sometimes the nouns are -ing form nouns. setelah preposisi harus menggunakan Noun, jika setelah preposisi dijumpai Verb, maka harus tambahkan -ing. preposisi diantaranya:
By, of, to, as, at, for, about, above, across, after, against, along, among, around, behind, below, beneath, beside, between, beyond, despite, down, during, except, from, inside, in, into, like, near, off, on, onto, outside, over, past, since, trough, throughout, toward, under, underneath, unlike, until, upon, up, versus, with, within, without. Capable (prepotional idiom)By, of, to, as, at, for, about, above, across, after, against, along, among, around, behind, below, beneath, beside, between, beyond, despite, down, during, except, from, inside, in, into, like, near, off, on, onto, outside, over, past, since, trough, throughout, toward, under, underneath, unlike, until, upon, up, versus, with, within, without. Capable (prepotional idiom)
B. Helping Verb.
yang dimaksud dengan helping verb adalah to be yang digunakan sebagai verb dalam kalimat karena tidak adanya verb. karena basic dalam kalimat dalam bahasa inggris adalah S+V apabila dalam sebuah kalimat tidak terdapat sabjek, atau verb, maka dapat dipastikan kalimat itu salah.
contoh:
I am Beautiful
S..Verb.
Yang termasuk Helping Verb>> Am, is, are. Was, were. Has, have, had. Be, dan been.
Remember!
Preposition + Noun --------> Underneath the sky
Preposition + Verb-ing --------> in producing
Noun + Of --------> Lord of the ring
Noun digunakan sebelum of, setelah artikel, adjektif, dan preposisi. (a. Article + Noun, b. Adjective + Noun, c.Preposition + Noun)
penjelasan saya mengenai Noun dari awal hingga akhir, sebenarnya lebih ke trik2 mudah dalam menghadapi soal TOEFL. nah sekarang coba selesaikan soal dibawah ini, soalnya terdiri dari pembahasan awal mengenai Noun hingga yang baru kita pelajari ^_^
Instruksi: pilih salah satu kata yang salah, dan koreksi dengan jawaban yang menurut anda benar
1. The sale of pet turtle was banned because of the disease risk they posed to young children.
2. Several of Washington Irving’s story have become classics in American literature.
3. As childs grow older, their bones become thicker and longer.
4. Some encyclopedias deal with specific fields, such as music or philosophy, and provide informations.
5. Agatha Christie’s detectives stories are admired both by critics and general readers.
6. The U.S. president serves a maximum of two 4-years terms.
7. Power tools require careful handling avoids injuries.
8. Proper development the eggs of most birds must be kept warm.
9. The ear is the organ of hearing, but it also plays a role in to maintain balance.
10. A crescent wrench has adjustable jaws for gripped a nut, bolt, or pipe.
11. Energy can be defined as the ability do working.
12. One of the most beautiful state capital is the Utah State Capital, located in Salt Lake City.
13. Each of the contestant won a prize.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kunci Jawaban:
1. Turtle seharusnya Turtles.
2. story seharusnya stories.
3. Childs seharusnya Children.
4. Informations seharusnya information.
5. detectives seharusnya detective
6. 4-years seharusnya 4-year
7. avoids seharusnya to avoid
8. proper development seharusnya to develop properly
9. to maintain seharusnya maintaining
10. Gripped seharusnya gripping
11. do working seharusnya to do work
12. Capital seharusnya Capitals
13. Contestant seharusnya Contestants.
semoga bermanfaat ^_^
Saturday, 28 November 2015
Friday, 27 November 2015
Noun (Kata Benda) TOEFL
sebelumnya kita sudah membahas mengenai apa2 saja yang termasuk ke dalam Noun, Jenis2 Noun dan Jenis2 Artikel yang digunakan untuk Noun. lihat http://www.hanimumankz.blogspot.co.id/2015/11/cara-memahami-pambagian-noun-kata-benda.html . hari ini saya akan menjelaaskan mengenai Quantifier dan hal2 kecil mengenai Noun, akan tetapi kerap muncul dalam soal2 TOEFL.
#Quantifier
Quantifier atau kuantitas digunakan untuk menunjukkan kuantitas Noun. dan dan penggunanaan quantifier untuk countable noun berbeda dengan uncountable noun.
1. Countable Noun.
a. Singular -----> a, an, one, single, each, every, another, this, that, the number of.
b. plural -----> a few, fewer, several, various, both, numerous, many, two, tree, dst, dozen of, of, each of, one of, every one of, a number of, etc.
mengapa one of, dan each of menjadi plural? karena.... arti dari one of, dst adalah satu dari. contoh:
* Each CASE is..... setiap kasus adalah......
* Each of CASES is..... tiap-tiap kasus adalah.... kenapa memakai is?? karena is kembali ke EACH, bukan ke Cases.
*This flower is a red rose.
*This flowers are yellow roses.
2. Uncountable Noun -----> A little/little, less, an amount of, much.
3. Countable & Uncountable Noun -----> all, a lot of, lots of, plenty of, none of, some, any, more, most, enough, quantity.
contoh:
* I don’t have much money.
* The religion attempts to clarify man’s relationship with superhuman power.
* The legal system has many safeguards to protect the right of a defendant to an impartial jury.
Penambahan S/ES hanya untuk countable & concrete noun
Books ..... Nails ..... Bags Roses ... Trees
Winds (x) advices (x) Fellings (x)... Informations (x) ... Powers (x)
Noun yang menjelaskan tidak boleh ditambahkan s/es.
Travel Agent Professional Agent
.. N N ............ Adjective N
Travel Agents .... Travels Agents (x)
...N N ......... N N
Classes Rooms (x)
N N Etcetera :D
REMEMBER! jika ada pasangan kata, maka penambahan s/es selalu dibelakang, contoh: Class Rooms
Jika sudah ada keterangan mengenai jumlah Noun, maka tidak perlu ada penambahan s/es
* Seven Thousand * Thousands
* Five million dollars * Millions of dollars
Ketika digunakan sebelum Noun, a number + measurement is singular (angka + -)
A 500 – page book .......... 6 – mile walk
A 500 – pages book (x) .. 6 miles
Many 500 – page books ......... I’ve a 5 – year – old sister
Jika kata benda (Noun) tidak menggunakan s/es (Jamak), maka kata kerja (Verb) harus menggunakan s/es (Jamak).
E.g : a child grows --------> Children grow
saya rasa cukup disini dulu..... semoga ilmunya bermanfaat... see ya ^_^
#Quantifier
Quantifier atau kuantitas digunakan untuk menunjukkan kuantitas Noun. dan dan penggunanaan quantifier untuk countable noun berbeda dengan uncountable noun.
1. Countable Noun.
a. Singular -----> a, an, one, single, each, every, another, this, that, the number of.
b. plural -----> a few, fewer, several, various, both, numerous, many, two, tree, dst, dozen of, of, each of, one of, every one of, a number of, etc.
mengapa one of, dan each of menjadi plural? karena.... arti dari one of, dst adalah satu dari. contoh:
* Each CASE is..... setiap kasus adalah......
* Each of CASES is..... tiap-tiap kasus adalah.... kenapa memakai is?? karena is kembali ke EACH, bukan ke Cases.
*This flower is a red rose.
*This flowers are yellow roses.
2. Uncountable Noun -----> A little/little, less, an amount of, much.
3. Countable & Uncountable Noun -----> all, a lot of, lots of, plenty of, none of, some, any, more, most, enough, quantity.
contoh:
* I don’t have much money.
* The religion attempts to clarify man’s relationship with superhuman power.
* The legal system has many safeguards to protect the right of a defendant to an impartial jury.
Penambahan S/ES hanya untuk countable & concrete noun
Books ..... Nails ..... Bags Roses ... Trees
Winds (x) advices (x) Fellings (x)... Informations (x) ... Powers (x)
Noun yang menjelaskan tidak boleh ditambahkan s/es.
Travel Agent Professional Agent
.. N N ............ Adjective N
Travel Agents .... Travels Agents (x)
...N N ......... N N
Classes Rooms (x)
N N Etcetera :D
REMEMBER! jika ada pasangan kata, maka penambahan s/es selalu dibelakang, contoh: Class Rooms
Jika sudah ada keterangan mengenai jumlah Noun, maka tidak perlu ada penambahan s/es
* Seven Thousand * Thousands
* Five million dollars * Millions of dollars
Ketika digunakan sebelum Noun, a number + measurement is singular (angka + -)
A 500 – page book .......... 6 – mile walk
A 500 – pages book (x) .. 6 miles
Many 500 – page books ......... I’ve a 5 – year – old sister
Jika kata benda (Noun) tidak menggunakan s/es (Jamak), maka kata kerja (Verb) harus menggunakan s/es (Jamak).
E.g : a child grows --------> Children grow
saya rasa cukup disini dulu..... semoga ilmunya bermanfaat... see ya ^_^
Thursday, 26 November 2015
Cara memahami pambagian Noun (Kata Benda) dengan Mudah
Hello again.... today i'd like to share what i know about Noun... hohoh... sok english :D
A. Hal-hal yang termasuk dalam katagori Noun di antaranya:
Noun terbagi menjadi 2 klasifikasi
1. Manusia
yang dimaksud dengan manusia disini adalah segala hal yang berkaitan dengan manusia, seperti nama, pekerjaan, atau segala hal yang berkaitan dengan manusia.
contoh: Rachel, Anne, archaeologist, writer, etc
2. Benda
Benda dalam hal ini terbagi atas dua (2) yaitu :
a. kongkrit
yang dimaksud dengan benda yang kongkrit adalah benda yang nyata, yang dapat di indrai, sebagai contoh: House, book, glasses, cat, Jakarta, Bali, etc
b. Abstrak
yang dimaksud dengan benda abstrak adalah yang tidak dapat disentuh, atau bentuknya abstrak, seperti : Information, power, beauty, gas, wind, etc
B. Pembagian Noun
Noun dapat dibagi atas 2 yaitu:
1. Countable Noun (Kata benda yang dapat dihitung)
pada countable noun yang Singular biasanya ditandai dengan adanya artikel (a, an, dan The)
a = digunakan untuk Noun yang menggunakan huruf konsonan diawal kata, seperti "A Ball"
an = digunakan untuk Noun yang menggunakan huruf Vokal di awal kata, seperti "An Apple".
sedangkan untuk countable noun Plural biasanya menggunakan tambahan "S/Es. seperti Apples (yang arinya banyak apel) jadi jangan menggunakan apple apple ya :D
contoh dalam kalimat:
i can see a cat.
there are cats on the table.
the cat on the table is so cute......
Nah dalam bahasa inggris ada juga Irregular Naoun, dimana ketika Plural tidak ditambahkan s/es, namun -en, -es, -i, -a, atau bahkan tidak berubah. contoh:
C. Common Irregular Plural Nouns
Singular Noun Plural Noun
1.Penambahan –en
e.g : Child, Ox -------> Children, Oxen
2. Perubahan Huruf Vokal
e.g: Man, woman, foot, goose, tooth, mouse -------> Men, women, feet, geese, teeth, mice
3. -is -es
e.g: hypothesis, analysis, diagnosis, synthesis ----> Hypotheses, analyses, diagnoses, syntheses.
4. -us -i
e.g: syllabus, alumnus, fungus, stimulus, etc. -------> Syllabi, alumni, fungi, stimuli, etc
5. -a
e.g: datum, bacterium, phenomenon, curriculum, criterion, etc. ------->Data, bacteria, phenomena, curricula, criteria, dll.
6.Tak ada perubahan
Fish, salmon, trout, deer, sheep -------> Fish, salmon, trout, deer, sheep
2. Uncountable Noun (Noun yang tidak bisa dihitung)
pada Uncountable Noun, artikel yang biasa digunakan adalah artikel "The" atau tanpa artikel sama sekali. contoh: Gone with the wind.
berikut ini beberapa pembagian Uncountable Noun:
a. Abstrak -------> Information, sunshine, importance, beauty, peace, etc.
b. Hal dapat berubah bentuk -------> Gold, Iron, diamond, wood, grass, oil, water, smoke, etc.
c. Sekelompok barang -------> Furniture, equipment, food, jewelry, research, etc.
d. Benda yang sangat kecil dan dalam jumlah yang banyak -----> Sand, seed, rice, sugar, salt, etc
e. Bahasa -------> English, Arabic, Indonesian, Japanese, etc.
f. Bidang studi -------> History, Archaeology, Economy, Philosophy, etc.
g. Makanan pokok tertentu -------> Butter, bread, meat, rice, etc.
h. Aktifitas -------> Walking, writing, swimming, drinking, driving, etc.
i. Olahraga -------> Badminton, basketball, football, golf, tennis, etc.
j. Yang berkaitan dengan cuaca -------> Snow, rain, wind, thunder, bolt, etc.
nah, saya rasa cukup disini dulu, selanjutnya akan saya sambung lagi nanti.... got to go... see ya... n' i've got some picture to help ya understand :)




kalau ada yang tidak mengerti u're welcome to ask me anything about this topic.
NB: Pembahasan Nounnya masi belum habis :D
kelanjutannya baca di http://www.hanimumankz.blogspot.co.id/2015/11/noun-kata-benda-toefl_27.html
A. Hal-hal yang termasuk dalam katagori Noun di antaranya:
Noun terbagi menjadi 2 klasifikasi
1. Manusia
yang dimaksud dengan manusia disini adalah segala hal yang berkaitan dengan manusia, seperti nama, pekerjaan, atau segala hal yang berkaitan dengan manusia.
contoh: Rachel, Anne, archaeologist, writer, etc
2. Benda
Benda dalam hal ini terbagi atas dua (2) yaitu :
a. kongkrit
yang dimaksud dengan benda yang kongkrit adalah benda yang nyata, yang dapat di indrai, sebagai contoh: House, book, glasses, cat, Jakarta, Bali, etc
b. Abstrak
yang dimaksud dengan benda abstrak adalah yang tidak dapat disentuh, atau bentuknya abstrak, seperti : Information, power, beauty, gas, wind, etc
B. Pembagian Noun
Noun dapat dibagi atas 2 yaitu:
1. Countable Noun (Kata benda yang dapat dihitung)
pada countable noun yang Singular biasanya ditandai dengan adanya artikel (a, an, dan The)
a = digunakan untuk Noun yang menggunakan huruf konsonan diawal kata, seperti "A Ball"
an = digunakan untuk Noun yang menggunakan huruf Vokal di awal kata, seperti "An Apple".
sedangkan untuk countable noun Plural biasanya menggunakan tambahan "S/Es. seperti Apples (yang arinya banyak apel) jadi jangan menggunakan apple apple ya :D
contoh dalam kalimat:
i can see a cat.
there are cats on the table.
the cat on the table is so cute......
Nah dalam bahasa inggris ada juga Irregular Naoun, dimana ketika Plural tidak ditambahkan s/es, namun -en, -es, -i, -a, atau bahkan tidak berubah. contoh:
C. Common Irregular Plural Nouns
Singular Noun Plural Noun
1.Penambahan –en
e.g : Child, Ox -------> Children, Oxen
2. Perubahan Huruf Vokal
e.g: Man, woman, foot, goose, tooth, mouse -------> Men, women, feet, geese, teeth, mice
3. -is -es
e.g: hypothesis, analysis, diagnosis, synthesis ----> Hypotheses, analyses, diagnoses, syntheses.
4. -us -i
e.g: syllabus, alumnus, fungus, stimulus, etc. -------> Syllabi, alumni, fungi, stimuli, etc
5. -a
e.g: datum, bacterium, phenomenon, curriculum, criterion, etc. ------->Data, bacteria, phenomena, curricula, criteria, dll.
6.Tak ada perubahan
Fish, salmon, trout, deer, sheep -------> Fish, salmon, trout, deer, sheep
2. Uncountable Noun (Noun yang tidak bisa dihitung)
pada Uncountable Noun, artikel yang biasa digunakan adalah artikel "The" atau tanpa artikel sama sekali. contoh: Gone with the wind.
berikut ini beberapa pembagian Uncountable Noun:
a. Abstrak -------> Information, sunshine, importance, beauty, peace, etc.
b. Hal dapat berubah bentuk -------> Gold, Iron, diamond, wood, grass, oil, water, smoke, etc.
c. Sekelompok barang -------> Furniture, equipment, food, jewelry, research, etc.
d. Benda yang sangat kecil dan dalam jumlah yang banyak -----> Sand, seed, rice, sugar, salt, etc
e. Bahasa -------> English, Arabic, Indonesian, Japanese, etc.
f. Bidang studi -------> History, Archaeology, Economy, Philosophy, etc.
g. Makanan pokok tertentu -------> Butter, bread, meat, rice, etc.
h. Aktifitas -------> Walking, writing, swimming, drinking, driving, etc.
i. Olahraga -------> Badminton, basketball, football, golf, tennis, etc.
j. Yang berkaitan dengan cuaca -------> Snow, rain, wind, thunder, bolt, etc.
nah, saya rasa cukup disini dulu, selanjutnya akan saya sambung lagi nanti.... got to go... see ya... n' i've got some picture to help ya understand :)




kalau ada yang tidak mengerti u're welcome to ask me anything about this topic.
NB: Pembahasan Nounnya masi belum habis :D
kelanjutannya baca di http://www.hanimumankz.blogspot.co.id/2015/11/noun-kata-benda-toefl_27.html
Wednesday, 18 November 2015
How to learn English with Fun
1. Read Comic or Novel
are you a nerd? well if you love reading this is gonna be a good way for you to learn. if before you read books in your mother language start to buying books which using English, and if u hate long story books u could start reading comic, well this way really help me to understand more, as comic has picture which could explain more when u didn't get what they are talking about, lol...
2. Play Game
many people said that game only make u fool, but not for me, i start playing game since my childhood, i got a lot of new vocab from game, such as zelda, etc. u know... adventure game like RPG, etc. it really will help u.
3. Listen to Music
if before u only listen music in ur native language, now start to listen songs in English. my mom n' dad love western music, so i knew tons of old music, and this is how i start to learn English, since i wonder what the musicians say in their music i start to open the dictionary n' enrich my vocab.
4. Watch movie
i guess all of us love movie, but if u wanna learn English u've to watch movie which made by american, British, etc, whoever using English in their movie. at first u can start from watching it with subtitles but then watch it again without it, trust me it works. (but i wonder why my English still this bad. lol :D)
5. make friends with foreigner
maybe we will feel afraid or shy to talk with foreign but don't be afraid, if u wanna increase ur ability u've to practice it n' cross ur own line. just be positive n' said to ur self that u could do it.
6. talk in English with people around you...
you know, if u wanna learn a new language u have to keep practicing 24/7 if u can, so don't be shy n' force ur friend to talk in English with you, or if u can't find any partner u could start to make an English club in ur hometown so u could keep practicing with them. anyway if u live in Banda Aceh n' u want to learn English free u could contact me, just put ur comment here.
so that's all from me, i hope what i said could help u. n' i'm sorry for my bad English as i still learning n' English not my mother language. but, since i realize in this global world we need to could speak English so i try to increase my ability :D
are you a nerd? well if you love reading this is gonna be a good way for you to learn. if before you read books in your mother language start to buying books which using English, and if u hate long story books u could start reading comic, well this way really help me to understand more, as comic has picture which could explain more when u didn't get what they are talking about, lol...
2. Play Game
many people said that game only make u fool, but not for me, i start playing game since my childhood, i got a lot of new vocab from game, such as zelda, etc. u know... adventure game like RPG, etc. it really will help u.
3. Listen to Music
if before u only listen music in ur native language, now start to listen songs in English. my mom n' dad love western music, so i knew tons of old music, and this is how i start to learn English, since i wonder what the musicians say in their music i start to open the dictionary n' enrich my vocab.
4. Watch movie
i guess all of us love movie, but if u wanna learn English u've to watch movie which made by american, British, etc, whoever using English in their movie. at first u can start from watching it with subtitles but then watch it again without it, trust me it works. (but i wonder why my English still this bad. lol :D)
5. make friends with foreigner
maybe we will feel afraid or shy to talk with foreign but don't be afraid, if u wanna increase ur ability u've to practice it n' cross ur own line. just be positive n' said to ur self that u could do it.
6. talk in English with people around you...
you know, if u wanna learn a new language u have to keep practicing 24/7 if u can, so don't be shy n' force ur friend to talk in English with you, or if u can't find any partner u could start to make an English club in ur hometown so u could keep practicing with them. anyway if u live in Banda Aceh n' u want to learn English free u could contact me, just put ur comment here.
so that's all from me, i hope what i said could help u. n' i'm sorry for my bad English as i still learning n' English not my mother language. but, since i realize in this global world we need to could speak English so i try to increase my ability :D
The System of Government in Aceh Darussalam Kingdom
Well... actually i still learning how to write in English, but the condition force me to... well, whatever, let's start to talk about the topic :)
In the 16th-19th century, Aceh was known to have a complex government system which divided into Gampong, Mukim, Nanggroe, Sagoe and the central government.
The first one was called as Gampong. This state is the smallest system ruled by three pillars known as "pageu gampong", including keuchik (the chief of gampong), Teungku Meunasah (the religion adviser of gampong) and ureung Tuha/Tuha peut (the elder of the gampong).
The second one was called as Mukim. It consisted of several gampong ruled by Imeum Mukim. The imeum mukim responsibility was to coordinate the chiefs of Gampong in his area.
The third one was called as Nanggroe. It consisted of several mukim ruled by ulee balang. the ulee balang could ruled his state as he wish, yet he still had several responsibilities to the central state, such as following the instruction of the sulthan (king), levy troops and supplies, etc.
The fourth one was called as Sagoe. It comprised several Nanggroe and ruled by Panglima Sagoe and his right hand person was known as Qadhi Sagoe.
the last one was the central government which is known as the kingdom, ruled by the king titled as Sulthan Imam Malikul Adil and helped by his Qadhi (Islamic adviser) known as Qadhi Malikul Adil.
So, in the kingdom era, Aceh was known to use federal system where every state has their own authority and responsibility in ruling their own state.
In the 16th-19th century, Aceh was known to have a complex government system which divided into Gampong, Mukim, Nanggroe, Sagoe and the central government.
The first one was called as Gampong. This state is the smallest system ruled by three pillars known as "pageu gampong", including keuchik (the chief of gampong), Teungku Meunasah (the religion adviser of gampong) and ureung Tuha/Tuha peut (the elder of the gampong).
The second one was called as Mukim. It consisted of several gampong ruled by Imeum Mukim. The imeum mukim responsibility was to coordinate the chiefs of Gampong in his area.
The third one was called as Nanggroe. It consisted of several mukim ruled by ulee balang. the ulee balang could ruled his state as he wish, yet he still had several responsibilities to the central state, such as following the instruction of the sulthan (king), levy troops and supplies, etc.
The fourth one was called as Sagoe. It comprised several Nanggroe and ruled by Panglima Sagoe and his right hand person was known as Qadhi Sagoe.
the last one was the central government which is known as the kingdom, ruled by the king titled as Sulthan Imam Malikul Adil and helped by his Qadhi (Islamic adviser) known as Qadhi Malikul Adil.
So, in the kingdom era, Aceh was known to use federal system where every state has their own authority and responsibility in ruling their own state.
Monday, 6 May 2013
cara menghilangkan jerawat dengan aman dan efektif
akhir-akhir ini makin banyak teman2 ku yang nanya aku pake apa kok muka aman2 aja dari jerawat,,,,
sebenarnya ada kok cara2 tradisional yang teruji ampuh menangani musuh bersama yang satu ini,,, diantaranya;
1. Air Jeruk Nipis,,,, cara pakenya mudah aja,,, ambil sedikit potongan jeruk nipis, diperas, terus diolesin deh diseluruh wajah,,, tunggu sampai kering, terus bilas,,, tapi kalau wajahnya ga sensitive bisa dibiarin sampe semalaman,,,, atau cara lainnya'
2. Air Asam Jawa,,, caranya mudah,,,, ambil 2-3 potong, terus di rendam dgn air beberapa menit,,,, airnya dikit aja, terus diaduk sampai sarinya keluar, n' airnya bisa langsung dipakai di wajah, biarkan semalaman.
3. pakai minyak kemenyan,,, hohoho,,, serem ya???? tapi sejujurnya, ini obat yang paling top markotop,,,, memang sih, baunya ga enak,,,, tapi mau ngilangin jerawat kan butuh pengorbanan,,, haahaha :D ,,, cara menggunakannya, beli minyak kemenyan di toko2 obat tradisional, [di Banda Aceh ada dijual di toko MUjarab, dekat masjid raya] terus cuma diolesin aja n' biarin semalaman... In sya Allah jerawat yang besar2 pun mengempis,,, tp untuk dapetin wajah yang mulus, pemakaiannya harus continue.... n' cara terakhir sangat simple
4. Es Batu,,,, Es batu punya banyak kebaikan, dari ngecilin pori2 sampe ngilangin jerawat,,,, caranya,,, ambil es batu n' pake diwajah, makin lama makin bagus...
ini semua teruji efektif,,, udah banyak kok yang ngebuktiin,,, coba aja...
pasti aman...
GOOD LUCK sob... :]
sebenarnya ada kok cara2 tradisional yang teruji ampuh menangani musuh bersama yang satu ini,,, diantaranya;
1. Air Jeruk Nipis,,,, cara pakenya mudah aja,,, ambil sedikit potongan jeruk nipis, diperas, terus diolesin deh diseluruh wajah,,, tunggu sampai kering, terus bilas,,, tapi kalau wajahnya ga sensitive bisa dibiarin sampe semalaman,,,, atau cara lainnya'
2. Air Asam Jawa,,, caranya mudah,,,, ambil 2-3 potong, terus di rendam dgn air beberapa menit,,,, airnya dikit aja, terus diaduk sampai sarinya keluar, n' airnya bisa langsung dipakai di wajah, biarkan semalaman.
3. pakai minyak kemenyan,,, hohoho,,, serem ya???? tapi sejujurnya, ini obat yang paling top markotop,,,, memang sih, baunya ga enak,,,, tapi mau ngilangin jerawat kan butuh pengorbanan,,, haahaha :D ,,, cara menggunakannya, beli minyak kemenyan di toko2 obat tradisional, [di Banda Aceh ada dijual di toko MUjarab, dekat masjid raya] terus cuma diolesin aja n' biarin semalaman... In sya Allah jerawat yang besar2 pun mengempis,,, tp untuk dapetin wajah yang mulus, pemakaiannya harus continue.... n' cara terakhir sangat simple
4. Es Batu,,,, Es batu punya banyak kebaikan, dari ngecilin pori2 sampe ngilangin jerawat,,,, caranya,,, ambil es batu n' pake diwajah, makin lama makin bagus...
ini semua teruji efektif,,, udah banyak kok yang ngebuktiin,,, coba aja...
pasti aman...
GOOD LUCK sob... :]
Sunday, 28 April 2013
Iman, Ibadah dan Etika dalam Islam
Kita sering mendengar perkataan Iman atau Ibadah, tapi masih banyak yang bingung atau tidak mengetahui apa definisi dari kedua hal tersebut, dan adakah keterkaitan diantara keduanya? Dalam makalah ini kami akan membahas mengenai hal-hal ini. Tidak hanya sebatas itu, kami juga akan membahas mengenai etika seorang muslim dalam segala aspek kehidupan. Dewasa ini, Islam sudah sangat menyebar luas, namun banyak hal-hal yang sudah mulai dilupakan pada pergaulan diantara sesame muslim. Dunia yang sudah sangat mengglobal turut andil dalam perubahan etika umat muslim pada saat ini, dunia Islam bahkan sudah terkena pengaruh barat dalam pergaulan diantara sesama muslim. banyak orang-orang muslim yang tidak mengetahui bagaimana pergaulan didalam Islam yang sesungguhnya. Maka dari pada itu kami dari pemakalah menganggkat etika diantara sesama muslim agar kita kembali ke ajaran agama kita.
BAB II
PEMBAHASAN
Iman
A. Pengertian Iman
Kata iman secara etimologi adalah masdar dari kata aamana, yu’minu, imaanan, fahwa Mukminun yang diambil dari kata al-amnu. Al-Jauhari, Ibnu Mandur, Ar-Razi berkata, “Iman artinya percaya.” Namun, Ibnu Tamiyah mengkritik pemaknaan iman dengan kepercayaan dan menyanggah mereka dari banyak sisi. Beliau melihat bahwa makna yang paling dekat dengan keimanan adalah iqrar (pernyataan). Sedangkan secara terminology Ahlu sunnah wal Jama’ah sepakat bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan, yaitu perkataan dengan lisan dan perbuatan dengan hati dan anggota badan. Iman adalah amal, pernyataan dengan lisan dan keyakinan. Ini adalah pendapat Muktazilah, pendapat seperti ini sama dengan pendapat Ahlu sunnah wal Jama’ah, tetapi Muktazilah menjadikan amal perbuatan sebagai syarat dalam sahnya keimanan. Sedangkan Ahlu sunnah wal Jama’ah menjadikan amal sebagai syarat kesempurnaannya secara mutlak.
B. Pokok Iman
Pokok iman terbagi tiga, yaitu: Iman ilahiyat (iman yang berkaitan dengan Allah). Iman Nabawiyyat (iman yang berkaitan dengan semua nabi). Dan Iman Sam’iyyat (iman yang berkaitan dengan mendengar firman Allah dan sabda Rasulullah saw). Ibadah Ibadah secara etimologi berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut terminology abadah mempunyai banyak definisi, antara lain:
1. Ibadah adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para Rasul-Nya.
2. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi.
3. Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang batin. Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Allah berfirman: “dan Aku tidak menciptakan melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak mengkehendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak mengkehendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha pemberi rizki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh”. (Adz-Dzaariyaat : 56-58) Sesungguhnya ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar pokok, yaitu: hubb (cinta), khauf (takut), raja’ (harapan). Rasa cinta harus disertai dengan rasa rendah diri, sedangkan khauf harus disertai dengan raja’. Dalam setiap ibadah harus terkumpul unsure-unsur ini. Allah berfirman tentang sifat hamba-hamba-Nya yang mukmin: “Dia mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya”. (Al-Maaidah: 54)”. “Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah”. (Al-Baqarah: 165) “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdo’a kepada kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami”. (Al-Anbiya: 90) Hubungan Iman dengan Ibadah Berdasarkan penjelasan sebelumnya kita dapat menemukan hubungan antara iman dengan ibadah, tanpa adanya iman seorang mukalaf tidak mungkin melaksanakan ibadah, karena iman adalah dasar dari agama. Maka seseorang yang beriman, maka pastilah ia akan melaksanakan ibadah. Iman adalah perkataan dan perbuatan, yaitu perkataan dengan lisan dan perbuatan dengan hati dan anggota badan. Berdasarkan pengertian ini dapat kita tarik kesimpulan dengan adanya iman maka seseorang akan melakukan Ibadah, karena keimanan seseorang baru lengkap apabila seseorang itu tidak hanya menyatakan dengan lisan dan membenarkan dengan hati, tapi juga harus disertai dengan amal perbuatan (Ibadah). Kita juga dapat melihat keterkaitan antara Iman dan ibadah pada sabda Rasulullah saw: “Iman itu berkisaran antara tujuh puluhan atau delapan puluhan bahagian, yang paling tinggi mengucapkan lailahailallah, dan yang paling rendah dari iman adalah membuang duri dari jalan. Dan malu itu adalah salah satu dari iman”. Membuang duri dijalan juga merupakan ibadah. Dan kita tidak beribadah selain pada-Nya, ini merupakan perwujudan dari kalimat lailahailallah. Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah kepada-Nya semata. Maka, beribadah selain kepada Allah adalah kesyirikan. Allah berfirman : “Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya”. (Az-Zumar: 2)
Etika/Moral dalam Segala Aspek Kehidupan
1. Etika terhadap Allah Manusia dapat melihat kedalam dirinya nikmat-nikmat yang Allah berikan, yang tidak bisa dikalkulasikan sejak ia diciptakan hingga ia kembali menghadap Allah Ta’ala. Oleh karena itu, manusia harus bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat yang diberikan kepadanya. Allah berhakmendapat sanjungan dan manusia bersyukur dengan anggota badannya dengan dengan menggunakan anggota badannya dalam ketaatan pada-Nya. Ini adalah etika terhadap Allah Ta’ala, sangatlah tidak etis apabila manusia mengingkari nikmat, menentang keutamaan Pemberi nikmat, memungkiri-Nya, memungkiri kebaikan-Nya, dan memungkiri nikmat-nikmat-Nya. Allah berfirman: “Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak dapat menentukan jumlahnya.” (An-Nahl: 18). Rasa terima kasih manusia terhadap Allah Ta’ala atas nikmat-nikmat-Nya, rasa malunya kepada Allah jika ia cenderung bermaksiat kepada-Nya, bertaubat dengan benar, bertawakal terhadap Allah, mengharapkan rahmat-Nya, takut akan siksa-Nya, berbaik sangka bahwa Allah Ta’ala pasti menepati janji-Nya, dan berbaik sangka bahwa Allah akan melaksanakan ancaman-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya adalah etikanya terhadap Allah. Semakin ia konsisten dengan etika tersebut dan menjaganya, derajatnya semakin tinggi, kedudukannya melangit, dan kemuliaannya agung hingga kemudian ia berhak mendapatkan perlindungan Allah, pemeliharaan-Nya, kucuran rahmat-Nya, dan sasaran nikmat-Nya.
2. Etika Terhadap Al-Qur’an Seorang muslim harus beriman kepada kesucian Allah, kemuliaan-Nya, keutamaan-Nya atas semua ucapan, dan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah yang tidak ada kebatilan di depan dan di belakangnya. Barangsiapa yang berkata dengannya, ia akan dipercaya, dan barangsiapa yang mengamalkannya, ia bisa bersikap adil. Seorang muslim harus konsisten dengan adab dan akhlak dalam membaca Al-qur’an, dalam membaca Al-Qur’an ia harus mematuhi etika-etika berikut:
a. Ia membacanya dalam kondisi yang paling sempurna, misalnya dalam keadaan bersih, enghadap kiblat, dan duduk dengan santun.
b. Ia membacanya dengan tartil, tidak tergesa-gesa, dan tidak mengkhatamkannya kurang dari tiga malam, karena Rasulullah bersabda: “Barangsiapa mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga malam, ia tidak akan memahaminya.” (diriwayatkan oleh semua penulis Sunnah dan di shahihkan At-Tirmidzi).
c. Khusyu’ dalam membacanya, memperlihatkan kesedihan, dan menangis, atau pura-pura menangis jika ia tidak bisa menangis, karena Rasulullah s.a.w berasabda: “Bacalah Al-Qur’an dalam keadaan menangis. Jika tidak bisa menangis, maka pura-puralah menangis.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah).
d. Memperindah suaranya ketika membaca Al-Qur’an, Rasullah bersabda: “Hiasilah Al-Qur’an dengan suara kalian.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, An-Nasai, dan Al-Hakim).
e. Merahasiakan tilawahnya, jika ia khawatir jatuh dalam riya, atau mengganggu orang yang shalat, Rasulullah bersabda: “Orang yang mambaca Al-Qur’an dengan terang-terangan itu seperti orang yang bersedekah dngan terang-terangan.” (Diriwayatkan oleh, At-Tirmidzi, An-Nasai, Abu Daud, dan Ahmad).
f. Ketika ia membaca Al-Qur’an, ia tidak termasuk orang-orang yang melalaikan atau menentangnya, sebab sikap seperti itu bisa jadi menyababkan ia mengutuk dirinya sendiri, Allah berfirman: “Laknat allah bagi orang-orang yang zhalim.” (QS. Al-A’raaf: 44).
g. Berusaha keras bersifatkan sifat-sifat orang-orang yang dikasihi Allah, dan orang-orang pilihan-Nya. 3. Etika Terhada Rasulullah S.A.W Etika terhadap Rasulullah s.a.w adalah sebagai berikut: a. Taat kepada Rasulullah, menapaktilasi jejaknya, dan meneliti jalannya dalam seluruh jalan dunia, dan akhirat. b. Cinta kepada Rasulullah, hormat kepadanya, dan pengagungan kepadanya harus didahulukan daripada cinta kepada yang lain, hormat kepada yang lain, dan pengagungan kepada yang lain, siapapun orangnya. c. Mencintai siapa saja yang dicintai Rasulullah, memusuhi siapa saja yang dimusuhi beliau, ridha dengan apa saja yang diridhainya, dan marah kepada apa yang dimarahi beliau. d. Mengagungkan nama Rasulullah, menghormatinya ketika namanya disebutkan, mengucapkan shalawat dan salam untuknya, dan menghormati seluruh kelebihannya. e. Membenarkan apa yang dijelaskan Rasulullah tentang persoalan dunia, dan masalah-masalah ghaib di kehidupan dunia dan akhirat. f. Menghidupkan sunnah Rasulullah, memenangkan syari’atnya, menyampaikan dakwahnya, dan melaksanakan wasiat-wasiatnya. g. Merendahkan suara dikuburannya, dan masjidnya bagi orang yang mendapatkan kehormatan bisa menziarahi kuburannya. h. Mencintai orang-orang shalih, loyal kepada mereka karena kecintaan Rasulullah kepada mereka, marah kepada orang-orang fasik, dan memusuhi mereka, karena kemarahan beliau kepada mereka. 4. Etika Terhadap Diri Sendiri Setiap muslim meyakini bahwa kebahagiaannya di dunia, dan akhirat sangat ditentukan oleh sejauh mana pembinaan terhadap dirinya, perbaikan dirinya, dan penyucian dirinya. Allah berfirman: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jaiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (Asy-Syams: 9-10). Setiap muslim tidak henti-hentinya membina dirinya, menyucikannya, dan membersihkannya, sebab ia orang yang paling banyak membinanya, kemudian memperbaikinya dengan etika-etika yang membersihkannya, dan menyucikannya. Dalam memperbaiki dirinya, membinanya, dan membersihkannya, seorang muslim dapat menempuh jalan-jalan berikut:
Taubat, yaitu melepaskan diri dari semua dosa dan kemaksiatan, menyesali semua dosa-dosa masa lalunya, dan bertekat tidak kembali kepada dosa di sisa-sisa umurnya.
Muraqabah, yaitu seorang muslim mengkondisikan dirinya merasa diawasi oleh Allah setiap waktu dalam kehidupannya hingga akhir kehidupannya. Muhasabah, yaitu evaluasi diri.
Mujahadah, yaitu perjuangan, yang dimaksud perjuangan disini adalah perjuangan melawan hawa nafsu. 5. Etika Terhadap Manusia a. Etika terhadap orang tua seorang muslim harus menjaga etikanya terhadap orang tuanya, berikut ini etika-etika yang harus seorang muslim lakukan terhadap orang tuanya: Taat kepada kedua orang tua dalam setiap perintah dan larangannya, selama di dalamnya tidak terdapat kemaksiatan kepada Allah, dan pelanggaran terhadap syari’at-Nya. Hormat dan menghargai kedua orang tuanya.
Berbakti kepada keduanya.
Menyambung hubungan kekerabatan, mando’akannya, dan memintakan ampunan untuk keduanya, melaksanakan janji (wasiat), dan memuliakan teman-teman keduanya. b. Etika terhadap anak-anak Orang Islam mengakui bahwa anak-anak mempunyai hak-hak atas orang tuanya dan hak-hak tersebut wajib ditunaikan oleh orang tua, dan mereka mempunyai etika yang harus diperhatikan dalam hubungannya dengan anak-anaknya. Diantara hak-hak anaka atas orang tuanya ialah menamakannya dengan nama yang baik, menyembelih kambing pada hari ketujuh klahirannya, mengkhitannya, mengasihinya, lemah-lembut terhadapnya, menafkahinya, mendidiknya dengan baik, serius mengajarkan ajaran-ajaran Islam kepadanya, melatihnya mengerjakan ibadah-ibadah wajib dan sunnah, menikahkannya jika ia sudah mencapai usia baligh. Firman Allah: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang baik.” (QS. Al-Baqarah: 233). c. Etika terhadap saudara Orang Muslim mengakui bahwa etika terhadap saudara itu sama persis dengan etika terhadap orang tua dan anak. Etika adik terhadap kakaknya sama persis dengan etika seorang anak terhadap orang tuanya. Rasulullah bersabda: “Berbaktilah kepada ibumu, ayahmu, saudara perempuan dan saudara laki-lakimu, kemudian kepada yang ada dibawahmu secara berurutan.” d. Etika suami-istri Orang muslim meyakini adanya etika timbale balik antara suami dan istri, etika tersebut antara lain, Amanah, cinta kasih, saling percaya, etika umum, seperti lemah lembut dalam pergaulah sehari-hari, wajah yang berseri-seri, ucapan yang baik, penghargaan dan penghormatan. e. Etika terhadap sanak kerabat Orang muslim menjalankan etika-etika terhadap sanak kerabat sama denganetika-etika yang mereka jalankan terhadap orang tua, anak-anak, dan saudara-saudaranya. Ia memperlakakukan bibi dan pamannya sama seperti perlakuannya terhadap orang tuanya sendiri. Untuk itu, ia menghormati orang-orang diantara sanak kerabatnya, menyayangi anak-anak kecil dari sanak kerabatnya, menjenguk siapa saja yang sakit diantara mereka, memberi bantuan kepada siapa saja yang mendapat musibah, dan ramah terhadap mereka walaupun mereka menzaliminya. f. Etika terhadap tetangga Orang muslim meyakini bahwa tetangga mempunyai hak-hak atas dirinya, dan etika-etika yang harus dijalankan seseorang terhadap mereka, berdasarkan Firman Allah: “Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat tetangga yang jauh. (QS. An-Nisa: 36). Etika terhadap tetangga adalah tidak menyakitinya dengan ucapan, berbuat baik kepadanya dengan menolongnya apabila ia meminta pertolongan, membantunya jika ia membutuhkan bantuan, menjenguknya jika ia sakit, mengucapkan selamat kepadanya jika ia bahagia, bersikap dermawan dengan memberikan kebaikan kepadanya, dan menghormati dan menghargainya dengan tidak melarangnya meletakkan kayu di temboknya. g. Etika terhadap muslim lainnya Mengucapkan salam Jika seorang muslim bersin dan membaca alhamdulillah, maka do’akanlah ia dengan berkata, “Yarmukallahu” (mudah-mudahan Allah merahmatimu). Kemudian orang yang bersin berkata, “Yagfirullahu li wa laka” (semoga Allah memberikan ampunan kepadaku dan kepadamu. Atau ia berkata, “Yahdikumullahu wa yushlihu balakum” (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu, dan memperbaiki hatimu). Menjenguknya jika ia sakit, dan mendo’akan kesembuhan baginya. Menyaksikan jenazah tetangganya jika ada yang meninggal dunia. Rasulullah bersada: “Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: menjawab salamnya, menjenguk orang sakit, mengantar jenazahnya, memenuhi undangan, dan mendo’akan orang yang bersin.” (Muttafaq Alaih). Tidak menimpakan keburukan kepadanya. Rendah hati, tidak sombong. Tidak mendiamkannya lebih dari tiga hari. Tidak mengunjingnya, tidak menghinanya, tidak mencacinya, tidak melecehkannya, tidak menggelarinya dengan gelar yang tidak baik. Ia tidak dengki kepadanya, atau berprasangka buruk terhadapnya, atau membuatnya marah, atau mencari-cari kesalahannya. Tidak menipunya.tidak menghianatinya, atau mendustakannya, atau menunda pembayaran hutangnya. BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan Iman adalah perkataan dan perbuatan, yaitu perkataan dengan lisan dan perbuatan dengan hati dan anggota badan. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi. Hubungan iman dan ibadah adalah tanpa adanya keimanan pada diri seseorang maka tidak mungkin ia akan melaksanakan ibadah. Abidin, S.A. Zainal. 2001. Kunci Ibadah. Semarang: Karya Toha Al-Jazairi, Abu Bakr Jabir. 2000. Ensiklopedi Muslim. Terjemahan oleh Bahri Fadli dari Minhajul Muslim (Tanpa Tahun). Jakarta: Darul Falah. Al-Qahthani, Said bin Musfir. 2003. Buku Putih Syaik Abdul Qadir Al-Jaliani. Terjemahan oleh Abidin Munirul dari Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jaliani wa Ash-Shufiyah (Tanpa Tahun). Jakarta: Darul Falah. (http://abuafif.wordpress.com/2007/08/09/pengertian-ibadah-dalam-islam., diakses 18 april 2011).
BAB II
PEMBAHASAN
Iman
A. Pengertian Iman
Kata iman secara etimologi adalah masdar dari kata aamana, yu’minu, imaanan, fahwa Mukminun yang diambil dari kata al-amnu. Al-Jauhari, Ibnu Mandur, Ar-Razi berkata, “Iman artinya percaya.” Namun, Ibnu Tamiyah mengkritik pemaknaan iman dengan kepercayaan dan menyanggah mereka dari banyak sisi. Beliau melihat bahwa makna yang paling dekat dengan keimanan adalah iqrar (pernyataan). Sedangkan secara terminology Ahlu sunnah wal Jama’ah sepakat bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan, yaitu perkataan dengan lisan dan perbuatan dengan hati dan anggota badan. Iman adalah amal, pernyataan dengan lisan dan keyakinan. Ini adalah pendapat Muktazilah, pendapat seperti ini sama dengan pendapat Ahlu sunnah wal Jama’ah, tetapi Muktazilah menjadikan amal perbuatan sebagai syarat dalam sahnya keimanan. Sedangkan Ahlu sunnah wal Jama’ah menjadikan amal sebagai syarat kesempurnaannya secara mutlak.
B. Pokok Iman
Pokok iman terbagi tiga, yaitu: Iman ilahiyat (iman yang berkaitan dengan Allah). Iman Nabawiyyat (iman yang berkaitan dengan semua nabi). Dan Iman Sam’iyyat (iman yang berkaitan dengan mendengar firman Allah dan sabda Rasulullah saw). Ibadah Ibadah secara etimologi berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut terminology abadah mempunyai banyak definisi, antara lain:
1. Ibadah adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para Rasul-Nya.
2. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi.
3. Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang batin. Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Allah berfirman: “dan Aku tidak menciptakan melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak mengkehendaki rizki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak mengkehendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha pemberi rizki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh”. (Adz-Dzaariyaat : 56-58) Sesungguhnya ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar pokok, yaitu: hubb (cinta), khauf (takut), raja’ (harapan). Rasa cinta harus disertai dengan rasa rendah diri, sedangkan khauf harus disertai dengan raja’. Dalam setiap ibadah harus terkumpul unsure-unsur ini. Allah berfirman tentang sifat hamba-hamba-Nya yang mukmin: “Dia mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya”. (Al-Maaidah: 54)”. “Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah”. (Al-Baqarah: 165) “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdo’a kepada kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami”. (Al-Anbiya: 90) Hubungan Iman dengan Ibadah Berdasarkan penjelasan sebelumnya kita dapat menemukan hubungan antara iman dengan ibadah, tanpa adanya iman seorang mukalaf tidak mungkin melaksanakan ibadah, karena iman adalah dasar dari agama. Maka seseorang yang beriman, maka pastilah ia akan melaksanakan ibadah. Iman adalah perkataan dan perbuatan, yaitu perkataan dengan lisan dan perbuatan dengan hati dan anggota badan. Berdasarkan pengertian ini dapat kita tarik kesimpulan dengan adanya iman maka seseorang akan melakukan Ibadah, karena keimanan seseorang baru lengkap apabila seseorang itu tidak hanya menyatakan dengan lisan dan membenarkan dengan hati, tapi juga harus disertai dengan amal perbuatan (Ibadah). Kita juga dapat melihat keterkaitan antara Iman dan ibadah pada sabda Rasulullah saw: “Iman itu berkisaran antara tujuh puluhan atau delapan puluhan bahagian, yang paling tinggi mengucapkan lailahailallah, dan yang paling rendah dari iman adalah membuang duri dari jalan. Dan malu itu adalah salah satu dari iman”. Membuang duri dijalan juga merupakan ibadah. Dan kita tidak beribadah selain pada-Nya, ini merupakan perwujudan dari kalimat lailahailallah. Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk mengikhlaskan ibadah kepada-Nya semata. Maka, beribadah selain kepada Allah adalah kesyirikan. Allah berfirman : “Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya”. (Az-Zumar: 2)
Etika/Moral dalam Segala Aspek Kehidupan
1. Etika terhadap Allah Manusia dapat melihat kedalam dirinya nikmat-nikmat yang Allah berikan, yang tidak bisa dikalkulasikan sejak ia diciptakan hingga ia kembali menghadap Allah Ta’ala. Oleh karena itu, manusia harus bersyukur kepada-Nya atas segala nikmat yang diberikan kepadanya. Allah berhakmendapat sanjungan dan manusia bersyukur dengan anggota badannya dengan dengan menggunakan anggota badannya dalam ketaatan pada-Nya. Ini adalah etika terhadap Allah Ta’ala, sangatlah tidak etis apabila manusia mengingkari nikmat, menentang keutamaan Pemberi nikmat, memungkiri-Nya, memungkiri kebaikan-Nya, dan memungkiri nikmat-nikmat-Nya. Allah berfirman: “Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak dapat menentukan jumlahnya.” (An-Nahl: 18). Rasa terima kasih manusia terhadap Allah Ta’ala atas nikmat-nikmat-Nya, rasa malunya kepada Allah jika ia cenderung bermaksiat kepada-Nya, bertaubat dengan benar, bertawakal terhadap Allah, mengharapkan rahmat-Nya, takut akan siksa-Nya, berbaik sangka bahwa Allah Ta’ala pasti menepati janji-Nya, dan berbaik sangka bahwa Allah akan melaksanakan ancaman-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya adalah etikanya terhadap Allah. Semakin ia konsisten dengan etika tersebut dan menjaganya, derajatnya semakin tinggi, kedudukannya melangit, dan kemuliaannya agung hingga kemudian ia berhak mendapatkan perlindungan Allah, pemeliharaan-Nya, kucuran rahmat-Nya, dan sasaran nikmat-Nya.
2. Etika Terhadap Al-Qur’an Seorang muslim harus beriman kepada kesucian Allah, kemuliaan-Nya, keutamaan-Nya atas semua ucapan, dan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah yang tidak ada kebatilan di depan dan di belakangnya. Barangsiapa yang berkata dengannya, ia akan dipercaya, dan barangsiapa yang mengamalkannya, ia bisa bersikap adil. Seorang muslim harus konsisten dengan adab dan akhlak dalam membaca Al-qur’an, dalam membaca Al-Qur’an ia harus mematuhi etika-etika berikut:
a. Ia membacanya dalam kondisi yang paling sempurna, misalnya dalam keadaan bersih, enghadap kiblat, dan duduk dengan santun.
b. Ia membacanya dengan tartil, tidak tergesa-gesa, dan tidak mengkhatamkannya kurang dari tiga malam, karena Rasulullah bersabda: “Barangsiapa mengkhatamkan Al-Qur’an kurang dari tiga malam, ia tidak akan memahaminya.” (diriwayatkan oleh semua penulis Sunnah dan di shahihkan At-Tirmidzi).
c. Khusyu’ dalam membacanya, memperlihatkan kesedihan, dan menangis, atau pura-pura menangis jika ia tidak bisa menangis, karena Rasulullah s.a.w berasabda: “Bacalah Al-Qur’an dalam keadaan menangis. Jika tidak bisa menangis, maka pura-puralah menangis.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah).
d. Memperindah suaranya ketika membaca Al-Qur’an, Rasullah bersabda: “Hiasilah Al-Qur’an dengan suara kalian.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, An-Nasai, dan Al-Hakim).
e. Merahasiakan tilawahnya, jika ia khawatir jatuh dalam riya, atau mengganggu orang yang shalat, Rasulullah bersabda: “Orang yang mambaca Al-Qur’an dengan terang-terangan itu seperti orang yang bersedekah dngan terang-terangan.” (Diriwayatkan oleh, At-Tirmidzi, An-Nasai, Abu Daud, dan Ahmad).
f. Ketika ia membaca Al-Qur’an, ia tidak termasuk orang-orang yang melalaikan atau menentangnya, sebab sikap seperti itu bisa jadi menyababkan ia mengutuk dirinya sendiri, Allah berfirman: “Laknat allah bagi orang-orang yang zhalim.” (QS. Al-A’raaf: 44).
g. Berusaha keras bersifatkan sifat-sifat orang-orang yang dikasihi Allah, dan orang-orang pilihan-Nya. 3. Etika Terhada Rasulullah S.A.W Etika terhadap Rasulullah s.a.w adalah sebagai berikut: a. Taat kepada Rasulullah, menapaktilasi jejaknya, dan meneliti jalannya dalam seluruh jalan dunia, dan akhirat. b. Cinta kepada Rasulullah, hormat kepadanya, dan pengagungan kepadanya harus didahulukan daripada cinta kepada yang lain, hormat kepada yang lain, dan pengagungan kepada yang lain, siapapun orangnya. c. Mencintai siapa saja yang dicintai Rasulullah, memusuhi siapa saja yang dimusuhi beliau, ridha dengan apa saja yang diridhainya, dan marah kepada apa yang dimarahi beliau. d. Mengagungkan nama Rasulullah, menghormatinya ketika namanya disebutkan, mengucapkan shalawat dan salam untuknya, dan menghormati seluruh kelebihannya. e. Membenarkan apa yang dijelaskan Rasulullah tentang persoalan dunia, dan masalah-masalah ghaib di kehidupan dunia dan akhirat. f. Menghidupkan sunnah Rasulullah, memenangkan syari’atnya, menyampaikan dakwahnya, dan melaksanakan wasiat-wasiatnya. g. Merendahkan suara dikuburannya, dan masjidnya bagi orang yang mendapatkan kehormatan bisa menziarahi kuburannya. h. Mencintai orang-orang shalih, loyal kepada mereka karena kecintaan Rasulullah kepada mereka, marah kepada orang-orang fasik, dan memusuhi mereka, karena kemarahan beliau kepada mereka. 4. Etika Terhadap Diri Sendiri Setiap muslim meyakini bahwa kebahagiaannya di dunia, dan akhirat sangat ditentukan oleh sejauh mana pembinaan terhadap dirinya, perbaikan dirinya, dan penyucian dirinya. Allah berfirman: “Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jaiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (Asy-Syams: 9-10). Setiap muslim tidak henti-hentinya membina dirinya, menyucikannya, dan membersihkannya, sebab ia orang yang paling banyak membinanya, kemudian memperbaikinya dengan etika-etika yang membersihkannya, dan menyucikannya. Dalam memperbaiki dirinya, membinanya, dan membersihkannya, seorang muslim dapat menempuh jalan-jalan berikut:
Taubat, yaitu melepaskan diri dari semua dosa dan kemaksiatan, menyesali semua dosa-dosa masa lalunya, dan bertekat tidak kembali kepada dosa di sisa-sisa umurnya.
Muraqabah, yaitu seorang muslim mengkondisikan dirinya merasa diawasi oleh Allah setiap waktu dalam kehidupannya hingga akhir kehidupannya. Muhasabah, yaitu evaluasi diri.
Mujahadah, yaitu perjuangan, yang dimaksud perjuangan disini adalah perjuangan melawan hawa nafsu. 5. Etika Terhadap Manusia a. Etika terhadap orang tua seorang muslim harus menjaga etikanya terhadap orang tuanya, berikut ini etika-etika yang harus seorang muslim lakukan terhadap orang tuanya: Taat kepada kedua orang tua dalam setiap perintah dan larangannya, selama di dalamnya tidak terdapat kemaksiatan kepada Allah, dan pelanggaran terhadap syari’at-Nya. Hormat dan menghargai kedua orang tuanya.
Berbakti kepada keduanya.
Menyambung hubungan kekerabatan, mando’akannya, dan memintakan ampunan untuk keduanya, melaksanakan janji (wasiat), dan memuliakan teman-teman keduanya. b. Etika terhadap anak-anak Orang Islam mengakui bahwa anak-anak mempunyai hak-hak atas orang tuanya dan hak-hak tersebut wajib ditunaikan oleh orang tua, dan mereka mempunyai etika yang harus diperhatikan dalam hubungannya dengan anak-anaknya. Diantara hak-hak anaka atas orang tuanya ialah menamakannya dengan nama yang baik, menyembelih kambing pada hari ketujuh klahirannya, mengkhitannya, mengasihinya, lemah-lembut terhadapnya, menafkahinya, mendidiknya dengan baik, serius mengajarkan ajaran-ajaran Islam kepadanya, melatihnya mengerjakan ibadah-ibadah wajib dan sunnah, menikahkannya jika ia sudah mencapai usia baligh. Firman Allah: “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang baik.” (QS. Al-Baqarah: 233). c. Etika terhadap saudara Orang Muslim mengakui bahwa etika terhadap saudara itu sama persis dengan etika terhadap orang tua dan anak. Etika adik terhadap kakaknya sama persis dengan etika seorang anak terhadap orang tuanya. Rasulullah bersabda: “Berbaktilah kepada ibumu, ayahmu, saudara perempuan dan saudara laki-lakimu, kemudian kepada yang ada dibawahmu secara berurutan.” d. Etika suami-istri Orang muslim meyakini adanya etika timbale balik antara suami dan istri, etika tersebut antara lain, Amanah, cinta kasih, saling percaya, etika umum, seperti lemah lembut dalam pergaulah sehari-hari, wajah yang berseri-seri, ucapan yang baik, penghargaan dan penghormatan. e. Etika terhadap sanak kerabat Orang muslim menjalankan etika-etika terhadap sanak kerabat sama denganetika-etika yang mereka jalankan terhadap orang tua, anak-anak, dan saudara-saudaranya. Ia memperlakakukan bibi dan pamannya sama seperti perlakuannya terhadap orang tuanya sendiri. Untuk itu, ia menghormati orang-orang diantara sanak kerabatnya, menyayangi anak-anak kecil dari sanak kerabatnya, menjenguk siapa saja yang sakit diantara mereka, memberi bantuan kepada siapa saja yang mendapat musibah, dan ramah terhadap mereka walaupun mereka menzaliminya. f. Etika terhadap tetangga Orang muslim meyakini bahwa tetangga mempunyai hak-hak atas dirinya, dan etika-etika yang harus dijalankan seseorang terhadap mereka, berdasarkan Firman Allah: “Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat tetangga yang jauh. (QS. An-Nisa: 36). Etika terhadap tetangga adalah tidak menyakitinya dengan ucapan, berbuat baik kepadanya dengan menolongnya apabila ia meminta pertolongan, membantunya jika ia membutuhkan bantuan, menjenguknya jika ia sakit, mengucapkan selamat kepadanya jika ia bahagia, bersikap dermawan dengan memberikan kebaikan kepadanya, dan menghormati dan menghargainya dengan tidak melarangnya meletakkan kayu di temboknya. g. Etika terhadap muslim lainnya Mengucapkan salam Jika seorang muslim bersin dan membaca alhamdulillah, maka do’akanlah ia dengan berkata, “Yarmukallahu” (mudah-mudahan Allah merahmatimu). Kemudian orang yang bersin berkata, “Yagfirullahu li wa laka” (semoga Allah memberikan ampunan kepadaku dan kepadamu. Atau ia berkata, “Yahdikumullahu wa yushlihu balakum” (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu, dan memperbaiki hatimu). Menjenguknya jika ia sakit, dan mendo’akan kesembuhan baginya. Menyaksikan jenazah tetangganya jika ada yang meninggal dunia. Rasulullah bersada: “Hak seorang muslim atas muslim lainnya ada lima: menjawab salamnya, menjenguk orang sakit, mengantar jenazahnya, memenuhi undangan, dan mendo’akan orang yang bersin.” (Muttafaq Alaih). Tidak menimpakan keburukan kepadanya. Rendah hati, tidak sombong. Tidak mendiamkannya lebih dari tiga hari. Tidak mengunjingnya, tidak menghinanya, tidak mencacinya, tidak melecehkannya, tidak menggelarinya dengan gelar yang tidak baik. Ia tidak dengki kepadanya, atau berprasangka buruk terhadapnya, atau membuatnya marah, atau mencari-cari kesalahannya. Tidak menipunya.tidak menghianatinya, atau mendustakannya, atau menunda pembayaran hutangnya. BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan Iman adalah perkataan dan perbuatan, yaitu perkataan dengan lisan dan perbuatan dengan hati dan anggota badan. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza Wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi. Hubungan iman dan ibadah adalah tanpa adanya keimanan pada diri seseorang maka tidak mungkin ia akan melaksanakan ibadah. Abidin, S.A. Zainal. 2001. Kunci Ibadah. Semarang: Karya Toha Al-Jazairi, Abu Bakr Jabir. 2000. Ensiklopedi Muslim. Terjemahan oleh Bahri Fadli dari Minhajul Muslim (Tanpa Tahun). Jakarta: Darul Falah. Al-Qahthani, Said bin Musfir. 2003. Buku Putih Syaik Abdul Qadir Al-Jaliani. Terjemahan oleh Abidin Munirul dari Asy-Syaikh Abdul Qadir Al-Jaliani wa Ash-Shufiyah (Tanpa Tahun). Jakarta: Darul Falah. (http://abuafif.wordpress.com/2007/08/09/pengertian-ibadah-dalam-islam., diakses 18 april 2011).
Subscribe to:
Posts (Atom)